Lumphini Park, Bangkok, Thailand
and I remember all of things when I was really need love
bus akhirnya berhenti tepat di depan gerbang taman yang sangat luas dan terkenal di kota bangkok ini.
aku pun menurunkan badanku untuk menyusuri jalanan taman ini, aku mencintai keaadaan dan suasana ini, banyak orang berlalu-lalang sambil berlari lari kecil untuk mencari keringat kesegaran bagi mereka.aku menjumpai orang yang wajah, aroma hingga pada warna kulit yang berbeda, dalam hati tertegun mengamati mereka.
aku tersenyum sendiri menikmati kenikmatan sore itu. aku berusaha mencari tempat duduk, namun aku terlalu asyik mengamati setiap sudut taman ini.
akhirnya aku bertemu gerombolan orang bersenam ria. kutaklukanlah rasa penasaran aku dengan mendekatinya, aku tersenyum kecil seakan akan aku mengikuti gerakan irama senam itu.
aku jalan kecil dan ternyata aku menemukan anak anak bertalenta yang berlatih cheers. waah begitulah asyiknya memandangi suatu kota yang belum pernah aku jumpai sebelumnya.
dalam hati apakah aku menikmatinya?
aku langsung beristirahat sambil telinga terpasang oleh earphone, saat itu lagu nicki minaj masih belum saya kenal. saya hanya mendengarkan lagu indonesia yang cukup klasik.
"Bahasa Kalbu - Titi DJ"
Percayalah
Hanya diriku yang paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu
Kasih yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu kasih
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu kasih
Percayalah
kutemukanlah hamparan rumput yang luas dan senjapun sudah berlalu.
dan kuputuskan untuk tetap tinggal di taman ini. aku pun merebahkan badanku dan kulihat banyak bintang di atas, bintang yang terlihat bersahutan, berbinar binar penuh keceriaan.
aku pun pernah melakukannya saat dulu aku sudah merasakan setahun mengaguminya, meraskan kesejukannya dari kejauhan, merasakan keindahan senyumnya yang tipis namun menggoda, dalam hati aku berharap akan ada bintang jatuh dan aku akan berdoa "Tuhan, bukalah rasa sayang dia ke aku, tunjukkanlah ke dia kalo aku sangat menginginkannya"
tak sengaja lagi airmata itu membasahi tulang mukaku, rahang yang kecil yang tak mengibaratkan aku selayaknya lelaki yang gagah. namun beginilah aku.
lalu aku bercakap dengan sang bintang, bintang bintang yang segan mengembalikan kegembiraanku. inginku miliki mereka untuk menghiasi dinding atas kamar tidurku.
aku pun berkata "bintang, kamu indah sekali dengan cahayamu, jika aku kelak sudah meninggal ingin rasanya aku menjadi bintang sepertimu yang bisa memberi keindahan pada dunia, aku ingin dia melihatku dan masih tersenyum melihatku walau kita tak saling berkenal"
seakan bintang pun berkata "evan, kamu tidak perlu menyimpan perasaan itu jika kamu mencintainya, ungkapkan saja jika memang nantinya kamu akan tenang"
aku pun menjawabnya " tapi bintang, aku siapa dan dia siapa, tak pantas rasanya jika aku mengungkapkannya. aku ingin menghadiahi bintang untuk dia, aku berharap untuk bisa menjumpai senyumnya setiap saat"
bintang pun berkata " bagaimana kamu bisa mengerti dia jika kamu belum menemuinya dan berkenalan dengannya, bagaimana kamu bisa jatuh cinta dengannya jika kamu belum tau siapa dia, bukankah dia tipe orang yang jauh dari yang kamu inginkan, tipe orang yang rajin belajar, tidak pernah terlambat, berlaku sopan dan menjaga ucapan"
dalam hati aku merasa ingin menimpalinya " itu masalahnya bintang, aku tidak benar benar tahu, bukankah cinta datang tanpa pamrih, bukankah cinta itu datang tanpa aku perlu menjempud dimana letaknya, bukankah cinta itu abstrak namun mampu dinikmati"
seakan bintang pun berkata "evan, kamu tidak perlu menyimpan perasaan itu jika kamu mencintainya, ungkapkan saja jika memang nantinya kamu akan tenang"
aku pun menjawabnya " tapi bintang, aku siapa dan dia siapa, tak pantas rasanya jika aku mengungkapkannya. aku ingin menghadiahi bintang untuk dia, aku berharap untuk bisa menjumpai senyumnya setiap saat"
bintang pun berkata " bagaimana kamu bisa mengerti dia jika kamu belum menemuinya dan berkenalan dengannya, bagaimana kamu bisa jatuh cinta dengannya jika kamu belum tau siapa dia, bukankah dia tipe orang yang jauh dari yang kamu inginkan, tipe orang yang rajin belajar, tidak pernah terlambat, berlaku sopan dan menjaga ucapan"
dalam hati aku merasa ingin menimpalinya " itu masalahnya bintang, aku tidak benar benar tahu, bukankah cinta datang tanpa pamrih, bukankah cinta itu datang tanpa aku perlu menjempud dimana letaknya, bukankah cinta itu abstrak namun mampu dinikmati"
ketika aku mengingat masa masa itu, saat aku bercakap dengan bintang, namun beda dengan sekarang, aku hanya menumbuhkan rasa kerinduan yang tak bertepi, kerinduan yang menyesakkan dada. jika bisa berkata jujur. aku sayang sama orang seperti dia, dia bukanlah sempurna, namun bagi aku, aku merasakan banyak kesempurnaan dari dia saat dia berani belajar, belajar dengan penuh tanggung jawab dan jiwa arifnya dia.
aku mendekati air, dan meminumnya, aku mengusap airmata dan berusaha berdiri, aku mengumpulkan kekuatan jika aku harus bisa ikhlas demi kebahagiaan dia, bukankah melepaskan itu adalah bukti keabsahan cinta.
aku mendekati air, dan meminumnya, aku mengusap airmata dan berusaha berdiri, aku mengumpulkan kekuatan jika aku harus bisa ikhlas demi kebahagiaan dia, bukankah melepaskan itu adalah bukti keabsahan cinta.
entahlah, masalah hati siapa yang bisa menerka,
semua itu memori, memori yang seharusnya tak kuingat lagi.
0 komentar:
Posting Komentar