Bus Kota, Bangkok, Thailand
and I do love the way you smile
tetibanya di bus kota yang memang sengaja aku tujukan ke arah surkumvit, namun akhirnya membelokkan niatku untuk menghabiskan waktu di Lumphini Park saja.
Bis Kota - Bangkok- Thailand
aku memikirkan apa yang barusan aku usahakan untuk menerjemahkan pada nilai kekuatan.
aku melihat disini pukul 3pm dan sontak aku teringat, saat dia asyik bermain basket dan bertanya akan pukul berapa. walo tidak menanyakan pada aku. namun aku sontak melihat jam tanganku yang seakan akan dalam hati ingin menjawab "pukul 3, sudah sore, istirahatlah kamu"
semakin hari semakin hafal aku dengan gaya dia, gaya yang sangat khas dia, suara yang dari jauh pun sudah bisa aku tebak itu dia. kegiatan yang semakin mejadi agendaku juga hanya untuk melihat dari kejauhan.
kadang tak sering juga aku memandanginya dari lantai atas depan kelas X-5 yang tertutupkan oleh pepohonan rindang.
aah aku memujanya Tuhan.
terdengar suara ramai murid SMA yang masuk ke bis semakin mengingatkanku pada sosok dia. yang dulu dia selalu membikin gaduh, hingga tak jarang aku melihatnya duduk di atas bangku.
jika di adat jawa, duduk di bangku adalah hal yang sangat tidak dianjurkan karena telah menyalahi norma kesopanan. tapi bukan untuk dia, dia seakan menjadi ciri khas yang mudah untuk aku hafalkan
aku teringat saat duduk di pojokan sekolah, melihat dia dari kejauhan. melihat senyumnya. sungguh itu keindahan. apalagi dengan gaya dia yang masih memakai celana seragam dalam bermain basket, seakan akan aku sempet berfikir, memang anak ini sangat bertalenta.
tak tersadarkan aku pun senyum dengan sendirinya.
jalanan bangkok memang sangat nyaman, walau cuaca panas tapi damainya itu terasa sekali.
aku masih memperumakan dia sewaku saat nanti seperti hujan.
hujan itu sangat sederhana, tapi tidakkah kalian mengerti jika hujan itu adalah yang maha sempurna untuk dirasakan, karena semua indra bisa menikmatinya dengan baik.
dan untuk kali ini. saat aku keluar dari gerbang sekolahku, dan kuliat dia di depan gerbang itu pula. menyejukkan jiwaku Tuhan, tak kusangka dia melemparkan senyum yg selama ini hanya aku dapatkan dari jarak kejauhan. dalam hati ingin membalasa senyumnya dengan baik pula, namun aku sudah keburu salah tingkah,
yah begitulah roman, roman penasaran yang tak terjawabkan.
roman mengagumi yang tak tersampaikan
ingin rasanya setiap hari melihat senyuman itu.
dalam hati berkata "Tuhan, kau menciptakan lekukan muka yang sangat indah untuk dia, senyum dia sungguh luar biasa ya Allah, jujur aku mendambakannya"
0 komentar:
Posting Komentar