0

it is so damn hurt

Tuhan .. 

tunjukkan aku cara bagaimana untuk ikhlas
tunjukan aku bagaimana untuk kuat 
tunjukkan aku bagaimana untuk tidak melepas tangis yang menderu derai. 
harapan macam apa ini Tuhan yang kau berikan ke tubuhku yang sudah sangat rapuh.
sakit apa ini Tuhan yang selalu aku pertahankan tanpa aku menyesalinya
cinta apa ini Tuhan yang tak sama sekali ada iba

aku pun tidak memujanya selayaknya raja 
aku juga tidak ada segenggam niat menganggu dia
sebegitu tidak pentingya aku Tuhan saat hanya bertanya apa yang dia lakukan. 

aku tetaplah orang lain bagi dia
walo aku orang pertama saat aku menemaninya 
itu karena waktu saja 

Tuhan, aku juga tak tau harus bercerita pada siapa 
aku tidak ingin rasanya menjelekkan dia, 
bahkan mungkin ada yang salah dari perkataanku nantinya 
aku masi ingin menjaga dia,
melihat dia bahagia dengan segala apa yang dia inginkan.
aku pun tidak ada sama sekali memaksa untuk memiliki dia 
aku hanya butuh waktu, hanya waktu  

1

-Aku Merindukan Pertemuan itu-

Wat Arun, Sungai Chao Praya and Grand Palace - Bangkok - Thailand  
When I was enjoying the unforgettable rendezvous 


Aku masih tetap sendiri, sendiri menyusuri koridor yang cukup luas dengan mengamati kendaraan yang tak pernah berhenti, menatap lampu merah dan menyudutkan pandanganku pada mobil mobil mewah itu. 
aku pun dengan santai bercelana pendek, bertopi dengan membawa tas ransel berukuran medium
aku tersenyum sendiri menikmati kota bangkok ini.
memang cuaca yang sangat menyenangkan sambil menikmati makanan khas sini , patthai yang aku beli dari khaosan road. 
aku mengamati semua gerak gerik orang, berusaha mencari arah untuk aku temukan wat arun yang kata banyak manusia mengaguminya.
tak lama aku menjumpai pucuk jalanan di tepi sungai yang menyejukkan.
memasukinya dan tiba hingga lantai atas wat arun itu. akupun melihat suasana kota yang indah sekali, lalu tak jelas mengapa aku memikirkan dia lagi. memikirkan akan awal aku bertemu dan akhirnya mengenalnya. 
aku terduduk diam dan mengingatnya 


   Hari itu adalah hari senin, dimana aku ada kelas tambahan karya tulis ilmiah, masih ingat sekali aku memakai seragam putih abu-abu, aku terduduk di depan mengharapkan akan pembebasan mataku untuk bertemu dengan sosok keindahannya, aku menunggu dia akan keluar dari ruang OSIS yang memang dia merupakan salah satu bagiannya.
        lalu aku terkaget, dia datang dari belakang sudutku. dan memanggil lirih namaku seakan dia akan berusaha berlaku sopan di depanku. badanku pun tersihir, mataku pun kaku tak terpejam, sekujur tubuhku lemas lunglai, keringatku bercucuran panas dingin, kakiku terhantak lurus, dan tanganku telah lumpuh. aku tersihir total ya Allah, aku masih ingat di kelas berapa aku saat itu, aku ada lantai 1 sekolah dengan kelas disamping tangga, kelas itu adalah kelas XI IPS 1. aku berusaha tersenyum tapi aku menunduk malu. aku berusaha menimpali tapi suaraku pun tak keluar,
bisakah kau membayangkan yang terjadi saat itu ?? 
dia mengulurkan tanganya dan memperkenalkan dirinya. 
    akupun akhirnya menjawabnya dengan berusaha santai, walau sebenarnya aku tidak tau bagaimana berlaku santai. 
   Dia menceritakan prolognya dengan berpura pura telah mengenalku, telah lama memperhatikanku, telah lama tau siapa aku dan kualitas aku. dalam hati aku menjerit dengan berkata " ternyata dia juga tau aku Tuhan, Engkau memang menyampaikan surat surat kecil untuknya, lalu Tuhan bukankah ini hari yang memang Engkau persiapkan untukku"
maksud kedatangan dia sebenarnya hanya untuk mengajakku untuk menjadi misioner sekolah, akupun belum sempat menjawab dan ternyata bel berdering tanda aku harus memasuki kelas karya tulis ilmiah ini. di sepanjang kelas akupun tidak bisa berkonsentrasi , pikiranku melayang tenggelam dalam berhalusinasi akan apa yang sudah terjadi, berimajinasi akan kenyataan yang selama ini aku dambakan. lalu aku menatap ke jendela, aku merindukannya lagi, menginginkan tubuh dia yang biasanya ada di lapangan depan kelasku. namun sayangnya sosok dia tidak ada hari itu. aaahhhhh.

aku terbangun dalam lamunanku dan aku menyusuri sungai Chao Praya untuk menuju ke Grand Palace Bangkok Thailand itu .. hhm sungai yang ditempuh dengan perahu seharga 15 baht ini memberi angin segar yang menampar nampar kulitku yang sedikit kelelahan, aku sangat menikmatinya, sangat menikmatinya, disamping kanan kiriku pun sekarang ada teman, di depanku pun ada orang orang asing dan di belakangku ada para Biksu yang sangat banyak dijumpai di negara seribu pagoda ini. 
aku pun turun dari tepian sungai dan memasuki pasar, lalu yang selalu menjadi ingatanku " akan aku bawakan apa dia?" dia yang teramat sempurna, dia yang mengagungkan komitmennya, dia yang menaruh perhatian besar pada dunia bisnis, iyah bener, dia yang amat aku dambakan. 
akhirnya aku sampai di Grand Palace, aku menikmati keindahan yang sangat luar biasa, pahatan seni dan paduan warna yang memabukkan pandanganku akhirnya menyuruhku untuk duduk dan istirahat sejenak. lalu aku memikirka lagi cerita pertemuan pertama aku yang masih belum selesai. 
 Grand Palace - Bangkok - Thailand 

Chao Praya River - Bangkok - Thailand 

pertemuan pertama itu mengistilahkan kehadiran yang aku rindukan, aku rindukan dalam halusinasi tak terbayar. akhirnya setelah kelas itu selesai, kulangkahkan kakuku untuk bersiap pulang, lalu sayangnya aku tidak mengayuh sepeda tuaku itu, aku berjalan kaki menuju rumahku. aku pun sampai gerbang dan sudah menyeberang jalan, tak kusangka aku menemui dia lagi, aku menunduk dengan topiku seakan akan aku merasakan suhu yang kepanasan, dan aku pun berfikir dia tidak akan menyambarku dan menyapaku saat itu, ternyata aku salah, dia berhenti di depanku dengan seragam putih abu abu bersama temannya yang duduk di belakang sepedanya, dia menyapaku dan menanyakan akan ajakan dia pada dua jam yang lalu. 
aku merasa terkasihi saat itu, merasa terberkahi dengan keagungan Tuhan 
lalu aku dengan spontan menjawab "iya, aku bisa" dalam hati berkata "ini kesempatan, ini nikmat bukankah seharusnya aku bersyukur, sungguh tidak ada kata yang pantas untuk menolak" 
lalu aku melanjutkan langkah kakiku menuju rumah, jika dihitung jarak sekolahku dengan rumah itu 2km,dan aku sangat menikmatinya saat itu, terik matahari yang menyengat kulitku pun tidak terasa, yang terasa hanyalah sejuknya momen itu, damainya kalbu saat itu. aku berjalan hingga akhirnya aku menjumpai pasar, lalu aku, di tepi depan aku berjalan ada sesosok orang yang selalu aku dambakan. dia masih saja membawa sepedanya dan kemudian memanggilku, dengan perkataan "ayoo aku antar pulang, aku ingin mengenalmu dan mengetahui rumahmu"
dalam hati selalu berkata Allahu Akbar Allahu Akbar.
ini memang sangat indah dan tidak akan pernah aku lupakan sampai maut nantinya yang akan menghilangkan daya pikirku. 

di pelisiran kuil itu aku merasa sangat merindukan hari itu. indahnya hari itu Tuhan, indahnya pertemuan itu, indahnya saat dahaga yang kurasa akhirnya kau tetesi air surga yang menyegarkan, jika kalbu ini kering kerontang maka mengaguminya adalah sumber mata air yang amat aku inginkan. aku merindukan hari hari itu, aku sangat merindukan senyuman dia, merindukan suara lirih nan tegas dia, merindukan gaya bahasa menyejukkannya dia Tuhan dan aku merindukan semua tentang dia. 



0

-asking to the stars-

Lumphini Park, Bangkok, Thailand 
and I remember all of things when I was really need love


bus akhirnya berhenti tepat di depan gerbang taman yang sangat luas dan terkenal di kota bangkok ini.
aku pun menurunkan badanku untuk menyusuri jalanan taman ini, aku mencintai keaadaan dan suasana ini, banyak orang berlalu-lalang sambil berlari lari kecil untuk mencari keringat kesegaran bagi mereka.aku menjumpai orang yang wajah, aroma hingga pada warna kulit yang berbeda, dalam hati tertegun mengamati mereka.
aku tersenyum sendiri menikmati kenikmatan sore itu. aku berusaha mencari tempat duduk, namun aku terlalu asyik mengamati setiap sudut taman ini. 
akhirnya aku bertemu gerombolan orang bersenam ria. kutaklukanlah rasa penasaran aku dengan mendekatinya, aku tersenyum kecil seakan akan aku mengikuti gerakan irama senam itu.
aku jalan kecil dan ternyata aku menemukan anak anak bertalenta yang berlatih cheers. waah begitulah asyiknya memandangi suatu kota yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. 
dalam hati apakah aku menikmatinya?
aku langsung beristirahat sambil telinga terpasang oleh earphone, saat itu lagu nicki minaj masih belum saya kenal. saya hanya mendengarkan lagu indonesia yang cukup klasik



"Bahasa Kalbu - Titi DJ"

Percayalah
Hanya diriku yang paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu
Kasih yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu kasih
Percayalah 


kutemukanlah hamparan rumput yang luas dan senjapun sudah berlalu. 
dan kuputuskan untuk tetap tinggal di taman ini. aku pun merebahkan badanku dan kulihat banyak bintang di atas, bintang yang terlihat bersahutan, berbinar binar penuh keceriaan. 
aku pun pernah melakukannya saat dulu aku sudah merasakan setahun mengaguminya, meraskan kesejukannya dari kejauhan, merasakan keindahan senyumnya yang tipis namun menggoda, dalam hati aku berharap akan ada bintang jatuh dan aku akan berdoa "Tuhan, bukalah rasa sayang dia ke aku, tunjukkanlah ke dia kalo aku sangat menginginkannya" 
tak sengaja lagi airmata itu membasahi tulang mukaku, rahang yang kecil yang tak mengibaratkan aku selayaknya lelaki yang gagah. namun beginilah aku. 

lalu aku bercakap dengan sang bintang, bintang bintang yang segan mengembalikan kegembiraanku. inginku miliki mereka untuk menghiasi dinding atas kamar tidurku. 
aku pun berkata "bintang, kamu indah sekali dengan cahayamu, jika aku kelak sudah meninggal ingin rasanya aku menjadi bintang sepertimu yang bisa memberi keindahan pada dunia, aku ingin dia melihatku dan masih tersenyum melihatku walau kita tak saling berkenal"
seakan bintang pun berkata "evan, kamu tidak perlu menyimpan perasaan itu jika kamu mencintainya, ungkapkan saja jika memang nantinya kamu akan tenang"
aku pun menjawabnya " tapi bintang, aku siapa dan dia siapa, tak pantas rasanya jika aku mengungkapkannya. aku ingin menghadiahi bintang untuk dia, aku berharap untuk bisa menjumpai senyumnya setiap saat" 
bintang pun berkata " bagaimana kamu bisa mengerti dia jika kamu belum menemuinya dan berkenalan dengannya, bagaimana kamu bisa jatuh cinta dengannya jika kamu belum tau siapa dia, bukankah dia tipe orang yang jauh dari yang kamu inginkan, tipe orang yang rajin belajar, tidak pernah terlambat, berlaku sopan dan menjaga ucapan"
dalam hati aku merasa ingin menimpalinya " itu masalahnya bintang, aku tidak benar benar tahu, bukankah cinta datang tanpa pamrih, bukankah cinta itu datang tanpa aku perlu menjempud dimana letaknya, bukankah cinta itu abstrak namun mampu dinikmati"
ketika aku mengingat masa masa itu, saat aku bercakap dengan bintang, namun beda dengan sekarang, aku hanya menumbuhkan rasa kerinduan yang tak bertepi, kerinduan yang menyesakkan dada. jika bisa berkata jujur. aku sayang sama orang seperti dia, dia bukanlah sempurna, namun bagi aku, aku merasakan banyak kesempurnaan dari dia saat dia berani belajar, belajar dengan penuh tanggung jawab dan jiwa arifnya dia.
aku mendekati air, dan meminumnya, aku mengusap airmata dan berusaha berdiri, aku mengumpulkan kekuatan jika aku harus bisa ikhlas demi kebahagiaan dia, bukankah melepaskan itu adalah bukti keabsahan cinta. 
entahlah, masalah hati siapa yang bisa menerka, 
semua itu memori, memori yang seharusnya tak kuingat lagi. 
0

-your smile, I smile-

Bus Kota, Bangkok, Thailand 
and I do love the way you smile



tetibanya di bus kota yang memang sengaja aku tujukan ke arah surkumvit, namun akhirnya membelokkan niatku untuk menghabiskan waktu di Lumphini Park saja.

Bis Kota - Bangkok- Thailand 

aku memikirkan apa yang barusan  aku usahakan untuk menerjemahkan pada nilai kekuatan.
aku melihat disini pukul 3pm dan sontak aku teringat, saat dia asyik bermain basket dan bertanya akan pukul berapa. walo tidak menanyakan pada aku. namun aku sontak melihat jam tanganku yang seakan akan dalam hati ingin menjawab "pukul 3, sudah sore, istirahatlah kamu"
semakin hari semakin hafal aku dengan gaya dia, gaya yang sangat khas dia, suara yang dari jauh pun sudah bisa aku tebak itu dia. kegiatan yang semakin mejadi agendaku juga hanya untuk melihat dari kejauhan.
kadang tak sering juga aku memandanginya dari lantai atas depan kelas X-5 yang tertutupkan oleh pepohonan rindang. 
aah aku memujanya Tuhan. 
terdengar suara ramai murid SMA yang masuk ke bis semakin mengingatkanku pada sosok dia. yang dulu dia selalu membikin gaduh, hingga tak jarang aku melihatnya duduk di atas bangku. 
jika di adat jawa, duduk di bangku adalah hal yang sangat tidak dianjurkan karena telah menyalahi norma kesopanan. tapi bukan untuk dia, dia seakan menjadi ciri khas yang mudah untuk aku hafalkan 
aku teringat saat duduk di pojokan sekolah, melihat dia dari kejauhan. melihat senyumnya. sungguh itu keindahan. apalagi dengan gaya dia yang masih memakai celana seragam dalam bermain basket, seakan akan aku sempet berfikir, memang anak ini sangat bertalenta. 
tak tersadarkan aku pun senyum dengan sendirinya. 


jalanan bangkok memang sangat nyaman, walau cuaca panas tapi damainya itu terasa sekali.
aku masih memperumakan dia sewaku saat nanti seperti hujan.
hujan itu sangat sederhana, tapi tidakkah kalian mengerti jika hujan itu adalah yang maha sempurna untuk dirasakan, karena semua indra bisa menikmatinya dengan baik. 
dan untuk kali ini. saat aku keluar dari gerbang sekolahku, dan kuliat dia di depan gerbang itu pula. menyejukkan jiwaku Tuhan, tak kusangka dia melemparkan senyum yg selama ini hanya aku dapatkan dari jarak kejauhan. dalam hati ingin membalasa senyumnya dengan baik pula, namun aku sudah keburu salah tingkah, 


yah begitulah roman, roman penasaran yang tak terjawabkan.
roman mengagumi yang tak tersampaikan 
ingin rasanya setiap hari melihat senyuman itu. 


dalam hati berkata "Tuhan, kau menciptakan lekukan muka yang sangat indah untuk dia, senyum dia sungguh luar biasa ya Allah, jujur aku mendambakannya" 

:)


0

-I do adore to you-



Siam Square Bangkok, Thailand 
the past which couldn't be hold again

aku berdiri di bawah tiang jalanan, menunggu bis yang datang menghampiriku, lalu apa yang aku pikirkan?
aku telah memikirkan dia yang mengagumi patung marlion singapore, dia yang berimajinasi bahwa singapura akan menjadi negara kedua dia. aaah tidaaaaaakk, kenapa dia lagi ?
jika saat menunggu bis itu seperti menunggu cinta, kadang datang dengan kenyamanan, kadang juga bisa datang dengan keroyokan. dan aku paham Tuhan telah memberi jalannya dengan baik. 
lalu kembali dalam benakku, Tuhan mengapa harus selalu dia? aku sudah berusaha mengikhlaskan hatiku. 


BTS SIAM - BANGKOK - THAILAND 


kejadian itu muncul pertama kalinya saat  aku melihat murid sekolah menengah atas sedang menikmati es krim di pojokan bangku koridor halte
lalu aku teringat, saya pernah melewati masa masa itu. masa dimana aku sangat mengaguminya.
masa dimana aku hanya takluk akan keabadian dia.
aku berusaha mengingat lagi. dulu aku sangat kuper, bahkan menjelaskan tentang cintapun aku tak mampu.
aku selalu mengakhiri kelasku dengan menunduk untuk menuju ke bawah tangga sebelum aku kayuh sepeda ringkih nan bersuara berisik. 
kelas aku berdekatan dengan dia. 
aku melihat senyumnya sesekali hingga aku menghafalkannya. 
balutan seragam yang polos dan pas di badan dia menjadi bombardir buat aku untuk menyimpan pertanyaan besar "siapa dia?" 
kupandangi saat istirahat dia berdiri di depan pintu tepat sambil bersenda gurau dengan temannya.
sedikit berbeda saat pulang tiba, dia membawa tas hitam eiger nya di tangan kanan dan berharap menjadi antrian terakhir saat pulang. 
dalam hati aku selalu berkata, "sungguh indahnya dia Tuhan, pantas kiranya jika dia mendapatkan orang yang hebat dan indah pula seperti dirinya" 
saat upacara datang aku teringat dia menjadi buronan dan langganan nominasi murid yg terlambat. dan aku pun memperhatikannya. hingga satu taun lamanya aku selalu mencuri pandang terhadap sosoknya. 
aku pun akhirnya mengerti namanya, mengerti darimana dia dan bagaimana dia, walo hanya berusaha mengerti tanpa ada bantuan orang lain. 
aku perna sesekali mengirim surat kecil di kolong bangku dia, sungguh ironis jika mengingatkannya lagi, namun sayang surat itu tak pernah ada balasan., karena aku hanya menjadi pengagum tanpa sayap. 
ingin rasanya mengenalmu. mengenal namamu dari suara indahmu, menatap parasmu tanpa beban, 
Tuhan, aku sangaaaaaaaaaaaaaatttt mengaguminya. 
akhirnya berjalanlah semester dua, aku menjadi sangat aktif di sekolah itu, aku pun tak sesekali saja menjadi delegasi dalam perlombaan akademik. dan konsekuensinya kelas tambahan pun selalu diadakan.
aaahh aku pulang sore :( lalu hari pertama itu aku sengaja tak konsentrasi, aku mengintip dari celah jendela, ternyata ada dia, dia yang berkaos putung dengan bermain bola asal afrika ini. 
dalam hati menjerit " dia lagi, selalu ada dia di kehidupanku saat ini"  hingga akhirnya saat aku pulang aku pun selalu menunduk untuk melewati lapangan basket itu. 
sungguh menggelikan dengan permainan cinta tersembunyiku ini Tuhan.. 


SIAM Square - Bangkok - Thailand
wuuiiinggg, bis kota menuju ke Surkumvit pun sudah datang 
dan lalu aku bebas dari lamunanku. :')) 

2

- Lamunan Mimpi Panjang yang Merindukan -


Pagi ini aku ingin bersajak, bersajak akan lamunan fatamorgana yang menyilaukan. 
dalam bias cahaya dan kenyataan membuktikan kalau siluet itu merupakan khayalan 

siluet yang bersinarkan mentari menggambarkan keindahan sosok orang yang aku kagumin 
aku tersenyum, aku terhangatkan dan aku terlulai oleh bayangan bayangan itu 
bulan bersinar karena matahari mempersilahkannya
dalam keabadian bintang bintang yan tak lagi nampak jelas karena lampu gemerlapan kota metropolitan.
yaah memang benar, ini suasana malam.
malam yang mengantarkanku pada lamunan panjang tak tersadarkan 
namun rasanya aku dibawa oleh Tuhan pada perjalanan yang amat dahsyat ceritanya
perjalanan yang mungkin sangat membutuhkan pengorbanan dalam meraihnya.
namun momen itu hadir begitu sempurna
ingin rasanya aku menggapai kekuatanku agar aku hidup di alam ini saja. 
apakah gerangan yang aku maksud?

itulah mimpi, mimpi yang merupakan khayalan bahkan bisa menjadi dejavu bagi kehidupan nyata.
namun minggu minggu ini. aku ingin segera pergi mendekati peramal 

peramal yang mampu memberi jawaban akan tafsir mimpiku. 

mimpi yang memang sangat aku harapkan terjadi di suatu saat nanti. 
bagaimana tidak. aku memimpikan seorang yang sudah lama aku cintai, sudah lama aku jaga dan sudah lama aku yakini keberadaanya. 

aku menemukannya dari puing puing besar yang menutup mataku terhadap radar yang lain

bukankah dia istimewa Tuhan?.sangat istimewa, aku ingin mencintainya dengan cara lelaki
bukankan memang cinta datang untuk diraih dan bukankah saat kita mencintai berarti kita harus menikmatinya.


momen hidup seperti bercanda dengannya, jalan jalan dengannya, makan malam dengannya, nonton bioskop dengannya,hingga pada akhirnya pelukan hangat yang memang saya inginkan. 
apakah aku berlebihan Tuhan. sangat tidak berlebihan.


karena aku mencintainya dengan tulus, aku mencintainya dengan kelembutan yang sesuai takarnya. 
namun mimpi itu tidak hadir cukup lama dalam tidurku. 
aku terbangun dan airmataku pun berjatuhan deras. apa?? aku menangis ??
iyaah van, kamu menangis. bukankah kamu sudah tau alasan kamu menangis.
aku bertanya dalam hati, apakah aku sangat merindukannya?
apakah aku sangat mengaguminya ?
apakah aku sangat mendambakannya?  


lalu aku sejenak mengambil udara segar yang menari menari seakan menghiburku. 
aku teringat pada kenyataan, jika dia sudah tidak akan pernah aku miliki lagi seutuhnya. dia akan bahagia dengan orang yang sangat tepat, tepat untuk menuntun dia pada masa depan yang berbinar binar.
lalu aku teringat masa lalu??
aku lalu berlari dan menghujani tubuhku dengan air agar airmata ini menyatu pada tetetsan tetesan air segar di pagi hari itu. 
aku teringat semua masa lalu. masa saat aku menjalani kehidupan dengan alasan bahagia secara sempurna.
tidak berlebihan jika saya mengingatnya karena waktu bertahun tahun bukanlah waktu yang hanya berkenalan dan hilang.
waktu yang pada akhirnya kita mengerti satu sama lain, kita bertansformasi dengan kehidupan yang mengalir pada tempo satu sama lain dan akhirnya keputusan yang memang harus diakhiri. 
dan bukankah cinta memang bukan untuk dilupakan karena didalamnya ada kenangan yang mustahil untuk dilupakan, 


kita hanya bisa berusaha untuk tidak memikirkannya.
Tuhan, kirimkan salamku untuk dia, dia yang terkasih dan sepanjang hidupku akan selalu menerima kasihku. 
Aku sangat sayang dia, amat dan berlebihan untuk mencintainya 


- to whom it may be concern - 



0

- Fillanta

(part 4)


yaah sudah nyampek juga hari pertama puasa ramadhan, letih dan capek itu berasa banged seh, tapi beginilah ibadah harus dijalani dengan penuh keikhlasan. so, buat mengisi kekosongan waktu daripada bergunjing tak tau arah, bolehlah kita menikmati blog yang ditulis oleh artis papan triplek ini :) lanjutlah ke sahabat sahabat kece aku.





Fillanta Juwita Malam kasih Tak Nampak

  
        Saat anda melihat foto di atas, apa yang muncul dibenak anda ? *silahkan menulis status facebook :) 
iyaah, gadis berparas jumbo dan gagah ini mengintisarikan segala kehidupan luh, bagaimana tidak jika banyak orang berkata kehidupan itu proses transformasi, dialah satu satunya yang memiliki transformasi paling ganas dalam rombongan kloter jama'ah kita. haha. kebayang gak seh kalo cewek ne polosnya bukan main. cewek yang ngakunya agata alias anak gaul jakarta daerah taman mini sono seharusnya dia juga kecipratan dong dengan filsafah mini di daerahnya, eeh malah dia tumbuh kembang dalam keadaan jumbo. tapi jujur kalo liat badan dia pengen dan ngiri tingkat aljazair deh. andai bisa tuh daging apa lemaak yaa ditransfer ke tubuhku biar kesannya berisi gitu :) hahahha :D 


           cewek kelahiran 19 juli ini , waaahh bentar lagi mau birthday party :* (peluk dan cium) sangat manja banged, apa apa musti lapor ke orang tuanya, tak heran kalo sampek sekarang doi masi jomblo, habis dia masih bingung bagaimana mencurahkan cerita kesehariannya dari mama menuju pacar. hahha.terbukti si doi sekarang bawa motor mio ijo baru ke kampus dengan alasan capek jalan dan bikin betisnya segede agnes monica, huissh, padahal asal kalian tau yah guys, jarak kost sama kampus itu deket banged. pola intensitas pulang kotanya dia juga tak kalah heboh dengan anak anak yang bisa ditempuh dengan waktu 4 jam saja, jarak malang dan jakarta pun tak menghalangi kepulangan doi walo hanya libur 5 hari saja, ngakunya naik bis, tapi berjam jam tuh pantat dia ga tepoos juga, heran kan tapi eeittssss kalo soal lelaki seh jangan tanggung tanggung, doi termasuk paling gampang memilih tipe lelaki yang kadang OOT banged, haha :D tak heran cowok yang bermuka jawa banged itu pun mampu disihirnya, dengan godaan dan goyangan mampusnya diapun akhirnya berhasil mendekati cowok kebangsaan banyuwangi, pasuruan hingga jogjakarta. 
            waah sampek lupa bagaimana ngomongin transformasinya . dulu si cewek ini pemalu banged, bahkan untuk urusan berdandan aja dia ga pernah pakek banged, memakai baju kekecilan aja ga pernah, bahkan berangkat ke kampus dengan balutan maskara dan lipstik sekalipun, berdandan dengan memakai heels atao wedges sekalipun, mulut yang sopan bahkan tidak pernah bergunjing, eeeehh ternyata semua itu terbantahkan sejak masuk dijenjang semester 4, dia mampu menyihir kita semua untuk selalu bilang "super wow" dengan merubah 180 derajat pola pola di atas luh. gaya bicaranya yang bahkan pesawat garuda indonesia kalah cepat dengan sensasi imajinasi yang berkembang luar biasa hingga pada akhirnya si doi tau apa itu abs dan bagian lekukan tubuh aktor dan penyanyi tampan super junior si choi si won :) menjerit jerit kegirangan saat video clip cabi songnya 2pm feat SNSD itu. adegan obat menuju ranjang pun dikuasai juga, memang seru kan?? 
      tak heran seluruh laptop dia berisi cowok cowok seksi korea dan nilai plusnya yah dia bukan hanya menyanyi saja saat nonton video itu, goyangan yang yakult pun dipersembahkan untuk cewek muslimah sekamar kost dengan doi. 


        kejadian yang menggeletik adalah peraturan kost dia yang harus mengaji bersama dengan jama'ah berasa dia harus menjadi muslimah sejati , muslimah dengan kerudung besar sempurna dengan balutan caddar hello kittynya. doi satu ne juga super perkasa luh, gaya dia duduk bersila ala petinju internasional itu bikin ngakak. 




so buat kalian yang pengen kenal di fillanta Juwita Malam Kasih Tak Nampak ne bolehlah meng add facebooknya : fillanta dini j k
twitter : @fillantafishy